


Lunglai tulangmu ditengah medan
Mendengar isak tersedu sedan
Peluru mencabik menghias badan
Raganya tercampak terhempaskan
Rela dikau korbankan jiwa
tuk negri nan suci yang telah terluka
Beribu khayalak tertumpah darahnya
Demi pancangkan al quds tercinta
Aral melintang tak kau hiraukan
Gemuruh juang telah terpancarkan
Bersiap menyongsong takbir kemenangan
Teriakan takbir lantang menantang
Kilauan darahmu janjikan arti
Telah difirmankan sang illahi
Peluh juangmu menyirami bumi
Kan terganti oleh suci bidadari
Rinai ketulusanmu kan bermakna
Pengorbananmu takkan tersia
Berjuta insan di negri sana
Terharu biru lantang berkata
terimakasih para syuhada.
Bandung, 07 Agustus 2015
Untuk Akhi dan Ukhti di tanah para nabi
Mendengar isak tersedu sedan
Peluru mencabik menghias badan
Raganya tercampak terhempaskan
Rela dikau korbankan jiwa
tuk negri nan suci yang telah terluka
Beribu khayalak tertumpah darahnya
Demi pancangkan al quds tercinta
Aral melintang tak kau hiraukan
Gemuruh juang telah terpancarkan
Bersiap menyongsong takbir kemenangan
Teriakan takbir lantang menantang
Kilauan darahmu janjikan arti
Telah difirmankan sang illahi
Peluh juangmu menyirami bumi
Kan terganti oleh suci bidadari
Rinai ketulusanmu kan bermakna
Pengorbananmu takkan tersia
Berjuta insan di negri sana
Terharu biru lantang berkata
terimakasih para syuhada.
Bandung, 07 Agustus 2015
Untuk Akhi dan Ukhti di tanah para nabi


0 komentar:
Posting Komentar